CHAT Via WhatsApp
diposkan pada : 31-01-2022 11:40:56

Dilihat : kali

Berbagai bank menyediakan pinjaman pada nasabah, terutama bagi nasabah yang sedang mengembangkan bisnis. Salah satunya adalah pinjaman Bank Syariah Indonesia (BSI) yang menyediakan pinjaman bagi pelaku bisnis. Adanya pinjaman dari BSI tentunya membantu banyak UMKM di saat masa pandemi seperti ini. 

Bank Syariah Indonesia merupakan gabungan antara tiga bank yaitu, Bank BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah dan BRI Syariah.

Sejak bergabungnya ketiga bank tersebut, BSI bertekad untuk membantu sektor bisnis mikro di Indonesia. Karena itu, BSI menyediakan kuota untuk nasabah melakukan pinjaman. 

Lalu, apa saja jenis pinjaman Bank Syariah Indonesia? Kemudian apa saja syarat dan skema dari pinjaman tersebut? Mari simak penjelasan di bawah ini. 

Jenis-jenis pinjaman Bank Syariah Indonesia

Pinjaman Bank Syariah Indonesia pun memiliki tiga jenis, yaitu BSI Usaha Mikro, BSI KUR, dan BSI KUR Petani. Ketiga jenis tersebut memiliki bantuan biaya dan kegunaan yang berbeda-beda. Yuk, bahas apa saja perbedaannya di bawah ini.

1. BSI Usaha Mikro

Yang pertama ini adalah pinjaman dengan besar bantuan, mulai dari Rp5 juta hingga Rp200 juta dan tenor hingga 60 bulan. 

2. BSI KUR

Jenis pinjaman yang kedua ini bisa digunakan untuk modal usaha. BSI KUR memberikan bantuan lebih besar hingga Rp500 juta dengan tenor 48 sampai 60 bulan. 

3. BSI KUR Petani

Sesuai dengan namanya, pinjaman BSI yang satu ini dikhususkan untuk para petani. Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI, pinjaman ini dimaksudkan untuk mendukung perkembangan industri tani Indonesia.

Syarat dan dokumen pengajuan pinjaman Bank BSI

Sebelum mengajukan pinjaman Bank Syariah Indonesia, pastikan kamu mengetahui apa saja syarat dan dokumen yang diperlukan. Berikut ini persyaratan dan dokumen yang harus disertakan.

Persyaratan

  • Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Usia minimal 21 tahun atau telah menikah.
  • Memiliki bisnis/usaha yang sudah berjalan selama 6 bulan.
  • Sektor usaha dari industri pengolahan, perdagangan, dan jasa.
  • Riwayat kredit yang lancar.

Dokumen yang harus disertakan

  • Fotokopi KTP suami dan istri.
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Fotokopi Surat Nikah (jika sudah menikah).
  • Fotokopi Surat Keterangan Usaha (SKU).
  • Fotokopi Agunan/Jaminan (BPKB/SHM).
  • Fotokopi Buku Tabungan 3 Bulan Terakhir.
  • Fotokopi Bukti Sewa Tempat Usaha.
  • Fotokopi NPWP (apabila pembiayaan diatas Rp 50 juta).
  • Fotokopi Pembayaran PBB 1 Tahun Terakhir.
  • Catatan Usaha/Faktur Belanja Barang.
  • Pas foto suami istri ukuran 4×6.

Akad pinjaman syariah BSI

Pinjaman berbasis syariah berbeda dengan pinjaman bank konvensional. Perbedaannya terletak dari sistem peminjaman atau metode peminjaman. Ada tiga akad yang dipakai dalam pinjaman syariah, yaitu:

1. Akad Mudharabah

Pemilik modal akan memberikan hartanya kepada nasabah untuk kemudian dipakai sebagai modal usaha. Jika sudah tiba waktunya, akan ada pembagian keuntungan seperti yang sudah disepakati

2. Akad Al Musyarakah

Kedua belah pihak bekerja sama untuk sebuah usaha sesuai kemampuan masing-masing yang telah disepakati sebelumnya. 

3. Akad Al Muzara’ah

Akad yang satu ini sering digunakan untuk pinjaman pertanian yang mana kedua pihak bekerja sama dalam kepemilikan pertanian.

Satu pihak akan berperan sebagai pemilik lahan dan satu lagi berperan sebagai penggarap lahan. Imbalan akan diberikan ke penggarap tanah dengan persentase yang telah dihitung berdasarkan hasil panen.